blog/ini-perbedaan-angin-bias--vs-nitrogen-di-ban-mobil

Ini Perbedaan Angin Biasa vs Nitrogen di Ban Mobil

26 Mar 2020

Ban mobil sebaiknya diisi angin biasa atau Nitrogen? Ini adalah pertanyaan yang pasti sering kamu dengar ketika sedang ganti ban atau melakukan perawatan. Memang sekarang ini untuk mengisi ban mobil terdapat dua pilihan yaitu dengan angin biasa atau Nitrogen. Lantas apa perbedaan antara keduanya dan mana yang paling bagus?

Ban mobil memiliki peran yang vital dalam berkendara, sehingga kamu perlu secara rutin mengecek kondisi tekanan angin pada ban. Karena tekanan angin pada ban mobil itu memang harus pas, tidak boleh kurang dan juga tidak boleh lebih. 

Nah, Nitrogen itu adalah gas udara murni yang sudah tersaring dan tidak memiliki kandungan air di dalamnya. Berbeda dengan angin biasa yang mengandalkan oksigen, kandungan gasnya masih ada airnya. Sehingga saat ban diisi dengan angin biasa, akan terasa lebih berat karena terjadi proses pemuaian di dalam ban. Sementara kalau diisi dengan angin Nitrogen, ban akan lebih ringan. 

Kandungan air pada angin biasa ini saat cuaca panas akan menguap sehingga tekanan ban jadi lebih besar dan pastinya lebih berat, makanya sering terjadi pecah ban. Pada Nitrogen yang minim kandungan air, membuat ban lebih sulit memuai saat dipakai di cuaca panas dan tekanan ban akan lebih stabil saat digunakan. Penggunaan angin biasa dapat menyebabkan karet ban menjadi cepat keras karena proses oksidasi.

Sementara Nitrogen bisa membuat ban lebih awet sebab dengan tekanan yang lebih stabil, karet ban tidak mudah rusak karena benturan. Tapi jika menggunakan angin biasa dan kamu selalu menjaga tekanannya maka ban mobil juga bisa tetap awet kok. Bagi kendaraan yang disimpan dalam jangka waktu cukup lama, udara nitrogen dapat bertahan selama satu hingga tiga minggu lebih lama dibanding angin biasa.

Kemudian Nitrogen bisa bikin hemat bahan bakar ya karena tekanan angin pada ban stabil. Salah satu penyebab borosnya bahan bakar memang karena kurangnya tekanan pada ban. Walaupun tekanan nitrogen lebih stabil, bahan bakar kendaraan dengan ban yang diisi angin biasa juga bisa hemat sepanjang tekanan ban selalu terjaga.

Sebab tekanan angin yang berkurang dapat membuat laju mobil terhambat akibatnya mesin membutuhkan tenaga lebih besar di mana hal ini pasti berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar. Jika tekanan angin pada ban optimal, maka tapak ban akan menempel lebih sempurna di permukaan jalan sehingga membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit sekitar 3,3 persen. 

Mengingat tekanan angin pada ban yang optimal dengan penggunaan Nitrogen, maka tapak ban akan menempel lebih sempurna di permukaan jalan. Keselamatan lebih terjamin, tidak perlu takut ban meledak di jalan karena memuai. Hanya saja, dibanding pengisian dengan angin biasa, biaya pengisian nitrogen lebih mahal ya. Dengan usia angin nitrogen yang lebih baik, penggunaan ini lebih cocok untuk menemani perjalanan jauh.

Live Chat
Bandingkan Mobil (0)

Berhasil ditambah 0 mobil

Masukan minimal 2 mobil atau maksimal 4 untuk membandingkan